KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

JUARA, +62 813 – 9864 – 6177,
ZAP Clinic: Rencana IPO Hingga Buka Gerai di Korea

Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta

ZAP Clinic: Rencana IPO Hingga Buka Gerai di Korea

Klinik kecantikan ZAP Clinic memiliki segudang rencana mengembangkan sayap bisnisnya, tidak hanya di Indonesia tapi juga hingga ke luar negeri.

Saat ini ZAP memiliki 35 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia, Fadli Zahab selaku CEO Zap menargetkan untuk menambah 15 gerai lagi agar genap menjadi 50 gerai di tahun ini.

Satu gerai klinik diperkirakan oleh Fadli membutuhkann anggaran Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar di luar biaya sewa

“Kami siapkan Rp 80 miliar setidaknya untuk 15 gerai ini,” kata dia kepada CNBC Indonesia.

Fadly Sahab juga berencana ingin membangun rumah sakit nantinya. Oleh karena itu, ia mempersiapkan ZAP masuk bursa saham dengan Initial Public Offering (IPO).

Fadly mengatakan pendanaan lewat IPO dilakukan karena lebih bagus dampaknya terhadap management daripada sistem lain seperti franchise dan sebagainya.

“Sebenarnya kalau mau cari dana kita bisa saja buka franchise tapi kalau itu takut standarisasinya beda nanti menurunkan kualitas.

Makanya kita pilih IPO asalkan kita terbuka dan manage-nya bagus nggak ada masalah.

Kendali atas perusahaan juga nggak hilang, jadi nanti kalau klien mau franchise bisa kita arahkan untuk beli sahamnya,” jelas Fadly.

Untuk target modal yang akan dihimpun, pria 33 tahun ini masih menghitungnya.

Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA).

Tak hanya RSIA biasa, Fadly ingin menggabungkan konsep antara rumah sakit dan klinik kecantikan.

“Kita ingin mengawinkan klinik dan hospitality. Jadi yang melahirkan tidak hanya bisa mendapat pelayanan terbaik tapi juga keluar tetap cantik. Kita ingin menerapkan servis terbaik.

Contohnya, harga kamar hotel Rp 2 juta dengan fasiltas lumayan tapi kenapa kalau di rumah sakit nggak begitu ya? Kita ingin buat kamar rumah sakit dengan fasilitas mumpuni,” tambahnya.

Harapan dari ZAP

Untuk pembangunan rumah sakit sendiri, Fadly menargetkan bisa terwujud di 2021. Selain itu, Fadly juga berencana membuka klinik di Korea Selatan.

“Saya tertarik banget dengan Korea Selatan karena orang Indonesia banyak menggandrungi kecantikan dari negara tersebut.

Saya ingin buktikan bahwa klinik Indonesia bisa ada di Korea. Saya sudah survei dan itu challenging banget.

Kita mulai serius sekarang lihat regulasi, lagi dihitung, deg-degan mau buka di sana karena persaingan ketat banget.

Tapi justru kalau bukanya sulit dan ternyata berhasil itu akan lebih gampang di tempat lain,” jelas Fadli.

Menurut Fadli, untuk sewa tempat dan pembelian alat di Korea Selatan biayanya tidak jauh dari Indonesia.

Namun yang menjadi fokus utama justru SDM. Fadli mengatakan kalau gaji karyawan dan dokter di Negeri Ginseng itu jauh lebih mahal dibandingkan di Indonesia.

“UMR di sana kalau masuk rupiah sekitar Rp 17 juta, itu cuma buat yang berdiri di depan kasih salam.

Gaji dokternya bisa 3 sampai 4 kali UMR dan itu dokter fresh graduate. Jadi dokter baru sekitar Rp 40 sampai Rp 50 juta,” kata dia.

Meski demikian, biaya SDM yang tinggi tidak membuat niat Fadli mundur untuk buka cabang ZAP di Korea Selatan.

Fadli berharap outlet ZAP akan eksis di Korea Selatan paling lambat 2020.

Selain Korea Selatan, Malaysia dan Australia yang juga menjadi target negara ZAP selanjutnya

sumber : CNBC Indonesia