Apa itu Siklus Bisnis ?

 

Siklus Bisnis

Konsep Menentukan Ide Bisnis

 

Memulai bisnis tidaklah semudah seperti yang terlihat orang-orang lakukan di luar sana. Jika Anda melakukan bisnis tanpa pertimbangan dan perencanaan yang matang, Anda tidak akan tahu bagaimana nasib bisnis Anda kedepannya. Oleh karena itu membuat suatu perencanan bisnis penting untuk direalisasikan sebelum memulai berbisnis. Selain mengutamakan adanya “business plan“, mengetahui siklus bisnis kedepannya juga menjadi hal yang utama. Siklus bisnis membantu Anda dalam memutuskan bagaimana Anda akan melangkah, menumbuhkan dan mengembangkan usaha Anda.

 

Siklus bisnis berkaitan untuk memberikan petunjuk kepada Anda bagaimana pengusaha atau entrepreneur yang mengharuskan berkompetisi untuk menarik perhatian konsumen baik dari segi kualitas produk maupun pelayanan. Selama pertumbuhan usaha terutama usaha kecil, sebuah perusahaan akan menjalani tahapan siklus bisnis dan menghadapi tantangan berbeda pada setiap tahap yang membutuhkan sumber pembiayaan berbeda pula. Siklus bisnis penting untuk menggambarkan bagaimana pertumbuhan bisnis dari awal hingga mencapai puncaknya.

 

Apa saja tahapan dalam siklus bisnis yang harus Anda ketahui? Dan bagaimana Anda menyikapi tahapan-tahapan dalam siklus bisnis yang bisa bermanfaat bagi perkembangan bisnis?

 

 

Tahapan Siklus Hidup Bisnis

 

#1 Fase Ide dan Validasi

Fase awal dalam siklus bisnis yang sangat membantu Anda dalam berbisnis. Permulaan ini membantu Anda menetapkan bagaimana Anda akan mengarahkan nahkoda Anda dalam berbisnis. Sehingga kesuksesan usaha kita pun tergantung pada pengambilan keputusan dan kamampuan diri, serta kesiapan memenuhi kebutuhan target pasar. Untuk mendukung ide berbisnis, tentu saja ada banyak pertanyaan yang kemungkinan muncul di benak Anda sebagai pebisnis, Apa saja itu?

 

a. Apakah konsep yang saya berikan mampu menjawab masalah konsumen?

b. Apakah konsep yang saya tawarkan bisa diterima oleh target pasar?

c. Struktur bisnis macam apa yang bisa membantu merealisasikan ide saya?

d. Apakah konsep bisnis ini memberikan profit yang signifikan bagi saya?

 

Ide dan realisasi Anda harus dilakukan semaksimal mungkin, dan mampu memenuhi target kebutuhan konsumen. Ketika Anda memulai untuk membuat konsep, Anda juga harus memastikan bahwa Anda dapat merealisasikannya. Setelah menentukan ide yang dirasa bisa berhasil kedepannya, Anda perlu melakukan validasi dengan ahli bisnis untuk meyakinkan pada diri Anda bahwa ide ini rasional, mampu menjangkau perkembangan bisnis, dan bisa dieralisasikan.

 

#2 Fase Memulai

Fase ini biasa dikenal dengan fase start-up, susah-susahnya memulai dalam berbisnis. IIde yang bagus tanpa ada awalan untuk memulai segera, sama saja bohong. Anda perlu mempelajari dan menyesuaikan model bisnis untuk memastikan bahwa ide Anda bisa terealisasi dan mampu menjawab kebutuhan konsumen.Dalam prosesnya, Anda akan mengutak-atik produk atau layanan sesuai dengan umpan balik awal dari pelanggan dan permintaan pasar. Sehingga perlu mempelajari dan menyesuaikan model bisnis untuk memastikan profitabilitas dan memenuhi harapan pelanggan. Penyesuaian tersebut dapat mengatur bisnis di jalur yang benar.

 

Terdapat tiga hal yang menjadi fokus utama dalam menjalankan atau memulai bisnis pada tahap start up ini, yaitu:

  1. Sistem Pemasaran
  2. Penjualan
  3. Produk

 

Saat ini pemasaran yang merajai di dunia bisnis adalah pemasaran yang berfokus pada digital marketing. Sehingga kemampuan untuk memasarkan produk secara online sangat penting saat ini. Hal inipun sudah kita rasakan banyak dari outlet offline mulai bertumbangan saking banyaknya kebutuhan pasar yang lebih beragam, cepat dan mudah dan hal ini bisa diakomodir melalui pasar online. Jadi, mau tidak mau harus cepat dan up to date terhadap perkembangan bisnis saat ini.

 

#3 Fase Pertumbuhan dan Bertahan

Jika dua fase sebelumnya sudah berhasil melewatinya, Anda akan secara konsisten pendapatan dan menambah pelanggan baru. Pendapatan berulang ini akan membantu membayar biaya operasional dan membuka peluang bisnis baru. Dalam fase ini, bisnis Anda bisa beroperasi dengan baik atau mempertahankan keuntungan yang sehat, namun mungkin ada beberapa persaingan.

 

Pada tahap ini juga saatnya Anda perlu menyempurnakan model bisnis dan menerapkan metodologi, model penjualan, model pemasaran, dan model operasi atau dikenal dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah teruji sebelum mengembangkan usaha untuk pasar massal. Masalah utama yang harus diperhatikan, apakah profitabilitas berhubungan langsung dengan kenyataan. Anda sebagai pemilik bisnis, melakukan banyak pekerjaan sendirian. Ini menyesatkan dan berbahaya, karena menguras tenaga dan pikiran dan tidak mampu berkembang lebih jauh. Seringkali sikap ini disebut pedagang bukan pengusaha.

Sebuah usaha atau bisnis pasti memerlukan karyawan untuk mengerjakan pekerjaan yang biasa Anda lakukan. Sehingga tahapan ini bisa menjadi momen untuk merekrut karyawan.

 

#4 Fase Scale Up atau Ekspansi

Pada tahapan ini bisnis Anda mulai banyak diperhitungkan dan telah memperoleh pelanggan tetap dan putaran uang kas sangat cepat. Sehingga pengembangan produk baik dari variasi produk ataupun mengambil keputusan untuk ekspansi untuk menambah cabang bisnis baru bisa dilakukan.

Akan tetapi syaratnya perusahaan harus stabil dan sehat. karena bisa jadi profit tinggi tapi keuangan tidak sehat.

Lihatlah sumber daya yang ada, bersikaplah realistis mengenai usaha dan biaya dan keuntungan potensial, dan selalu perhatikan mengenai bagaimana perluasan usaha dapat mempengaruhi kualitas layanan saat ini yang Anda berikan kepada pelanggan yang ada.

Sehingga sangat perlu jika belum atau tidak melakukan ekspansi pada bisnis lainnya, maka lakukan ekspansi pada produk yang sudah ada, atau membuat produk berbeda tapi satu rumpun yang disebut diversifikasi, baik dengan menambah jenis dan model produk atau menambah jumlah stok produk.

Tantangan tahapan ini adalah:

  • Meningkatkan kompetisi pasar
  • Manajemen akuntansi
  • Memulai usaha baru
  • Menambahkan produk/Layanan Baru
  • Memperluas bisnis yang ada seperti membuka cabang

#5 Fase Kemapanan

Jika bisnis anda sudah dalam tahap ini, ada beberapa hal yang bisa anda pikirkan. Yang pertama adalah berdiam diri dan menikmati hasil kerja keras anda. Karena walaupun pertumbuhan bisnisnya kecil, namun biasanya perusahaan yang sudah mencapai tahap ini memiliki profit yang besar.

Namun jika anda melakukan hal ini, anda juga harus bisa memperhitungkan sampai kapan perusahaan bisa bertahan. Karena bisnis adalah hal yang dinamis, dimana produk yang diminati sekarang belum tentu tetap diminati besok.

Dari pertimbangan tersebut, lahirlah opsi kedua yakni terus-menerus berinovasi di lini bisnis yang sama. Hal ini tentunya akan memperpanjang umur perusahaan anda karena perusahaan tetap berimprovisasi sesuai dengan perubahan kebutuhan dan preferensi pasar.

Opsi ketiga adalah memikirkan strategi keluar (exit plan) dimana anda mencoba memanfaatkan pengalaman dan modal yang telah anda punya untuk membuat lini bisnis lain yang bergerak di bidang yang sama sekali berbeda.

 

Itulah penjabaran bagaimana tahapan dalam siklus berbisnis, sampai mana tahap Anda dalam berbisnis. Perkembangan siklus bisnis Anda harus dipantau dan diselesaikan sesuai dengan ide yang berjalan, agar Anda bisa tahu strategi mana yang bisa Anda terapkan untuk mencapai target profit. Hubungi kami untuk mendapatkan free konsultasi di awal oleh KONSULTAN.CO!!!

 

 

 

Baca Juga artikel kami :

 

 

 

Kami Hadir di :

  1. Eldora Utama, Graha Bintaro – Tangerang
  2. Pepelegi Indah, Waru – Sidoarjo

 

Website :

  1. konsultanmanajemen.asia
  2. konsultanbisnis.id

 

Instagram :

  1. konsultanco
  2. konsultanco.bisnismanajemen

 

KONTAK KAMI :

Reko Prabowo

081398646177