KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

JUARA, +62 813 – 9864 – 6177,
Peritel Komplain Minimal ‘Tax Refund’ Selangit bagi Turis

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang

Peritel Komplain Minimal ‘Tax Refund’ Selangit bagi Turis

Jakarta, CNN Indonesia – Pelaku usaha ritel mengeluhkan tingginya batas minimum nilai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Value Added Tax (VAT) untuk fasilitas pengembalian PPN atau VAT refund bagi turis asing.

Akibat batas minimum yang tinggi, wisatawan asing lebih suka berbelanja di negara lain ketimbang di Indonesia.

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Dalam Pasal 16 E disebutkan PPN dan pajak penjualan atas barang mewah yang sudah dibayar atas pembelian barang kena pajak yang dibawa ke luar daerah pabean oleh orang pribadi pemegang paspor luar negeri dapat diminta kembali.

Namun demikian, pemerintah mengatur nilai fasilitas pengembalian PPN di atur paling sedikit sebesar Rp500 ribu dan dapat disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah.

Artinya, jika tarif PPN adalah 10 persen dari total pembelian, maka turis asing baru bisa mendapatkan fasilitas pengembalian PPN setelah transaksi minimal Rp5 juta.

Handaka menuturkan fasilitas pengembalian PPN di negara lain lebih terjangkau.

Misalnya, batas minimum pengembalian PPN di Singapura sebesar S$100 atau setara Rp1 juta (kurs Rp10.467 per dolar Singapura) dan Thailand sebesar 2.000 baht atau setara Rp896 ribu (kurs Rp448,20 per baht Thailand).

example

Misalnya, Jepang sebesar 5.000 yen atau setara Rp649 ribu (kurs Rp129,82 per yen Jepang), Korea Selatan sebesar 30 ribu won atau setara Rp379 ribu (kurs Rp12,66 per won Korea), dan Inggris sebesar 50 poundsterling atau setara Rp919 ribu (kurs Rp18.399 per poundsterling Inggris).

“Suasana belanja menjadi tidak kondusif, turis asing misalnya dari Amerika Serikat (AS) mereka tidak hanya singgah di Indonesia, tapi juga ke Bangkok dan Singapura.

Jadi, mereka melihat Bunaken dan Borobudur, tapi belanja di Singapura,” kata Handaka ke CNNIndonesia.com akhir pekan ini.

Oleh karena itu, Handaka yang juga menjabat sebagai Managing Director Sogo Indonesia, meminta agar pemerintah menurunkan batas minimum PPN tersebut.

menurut Handaka

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 14,39 juta wisman atau naik 11,63 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 12,89 juta orang.

Jika sektor ritel Indonesia ingin bersaing dengan negara tetangga, maka batas minimal PPN untuk fasilitas pengembalian PPN idealnya di rentang Rp1 juta-Rp2 juta.

“Pemerintah diharapkan lebih jeli melihat peluang, karena selama ini pemerintah kurang jeli melihat peluang turis yang sudah naik,” tutur Handaka.

menurut Fetty

Head of Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa (MAP) Fetty Kwartati mengamini pernyataan Handaka. Ia menuturkan tidak semua turis asing yang berkunjung ke Indonesia berbelanja hingga Rp5 juta.

Padahal, fasilitas pengembalian pajak ini cukup menarik bagi turis asing. Ketentuan ini juga lazim berlaku di negara lain.

“Turis mengharapkan pengembalian pajak, sehingga harganya sangat kompetitif.

Ini juga mendorong turis belanja di Indonesia karena harganya kompetitif,” imbuh dia.

Selain tingginya batas minimal, ia mengungkapkan pemerintah kurang mensosialisasikan kelonggaran tersebut baik kepada wisman maupun pelaku usaha sendiri.

Akibatnya, tidak banyak toko ritel yang mengimplementasikan fasilitas pengembalian pajak.

Peritel menyampaikan dua poin utama, yaitu penurunan batas minimal PPN yang mendapat fasilitas pengembalian pajak dan peningkatan sosialisasi kepada wisman serta pelaku usaha.

sumber : CNN Indonesia