KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

EXPERT, +62 813 – 9864 – 6177,Artikel Ritel Modern, Bisnis Ritel Modern, Bentuk Ritel Modern, Perkembangan Ritel Modern di Indonesia, Strategi Ritel Modern

-

KOMPAS.com – Akhir-akhir ini banyak muncul berita tumbangnya banyak bisnis ritel di Indonesia. Hal itu menunjukkan jika bisnis ritel harus mampu menyesuaikan diri dengan pelanggan, khususnya di era industri 4.0. Pada acara Corporate Gathering bertema “Peluang Bisnis dalam Era Industri 4.0,” yang diadakan 5 Maret 2019 oleh Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis (PSSAB) FISIP Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), kesimpulannya adalah bisnis ritel harus mampu beralih menjadi Ritel 4.0. Guna mewujudkannya, bisnis ritel harus mengubah spesifikasi pekerja. Salah satu ciri Ritel 4.0 adalah menghasilkan personalized service yang memuaskan pelanggan dengan memberi perhatian khusus kepada setiap pelanggan spesifik. Acara ini juga bekerja sama dengan ZUYD University, Politeknik APP – Kementerian Perindustrian, PT Tiga Anugerah Sejahtera, PT Jamiko Karya Kreasi dan didukung oleh Perhimpunan INTI serta APINDO Jawa Barat. Berikan perhatian khusus kepada setiap pelanggan spesifik Pelanggan tidak lagi diberi manfaat yang sama. Ritel 4.0 harus mampu menyapa pelanggan secara personal dengan penggunaan big data untuk mengidentifikasi kebutuhan rutin setiap pelanggan. Dengan teknologi, pebisnis ritel bisa menawarkan produk lain yang menjadi kesukaan setiap pelanggannya guna semakin keningkatkan penjualan. Contohnya jika seorang pelanggan membeli video game melalui situs web resmi perusahaan, ia harus mendapat rekomendasi game lain yang disukainya (genre yang sama atau seri lanjutan video game). Setiap pelanggan itu membeli video game, rekomendasi video game juga harus selalu diperbarui agar semakin sesuai dengan seleranya. Jika pelanggan selalu ingin memainkan video game terbaru, mereka akan bersedia membayar tanpa diskon. Pelanggan seperti mereka bisa ditawari membeli paket video game lengkap dengan konten tambahan. Perusahaan pun bisa semakin memaksimalkan penjualan untuk tipe pelanggan seperti itu dengan memberi info secara cepat tentang video game kesukaannya, lengkap dengan konten tambahan. Sementara bagi pelanggan yang hitung-hitungan, ia bisa ditawari video game dengan harga lebih murah di waktu tertentu. Penawaran harga promo yang lebih murah, tetapi dalam satu paket juga bisa diterapkan. Strategi penjualan seperti itu membuat pelanggan akan merasa mendapat keuntungan lebih jika membeli secara paketan sehingga mengaburkan konsep mahal atau murah. Oleh karena itu, Ritel 4.0 lebih mengatur dan persepsi pelanggan. Siapkan sumber daya menuju Retail 4.0 Saat ini pebisnis ritel berskala besar akan mampu menguasai pasar melalui kekuatan finansial. Namun, pebisnis ritel dengan finansial terbatas masih bisa menguasai pasar, salah satunya melalui peningkatan kemampuan mereka. Dalam menyiapkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam Ritel 4.0, Program Bisnis Digital PSSAB UNPAR memperbarui kurikulum yang berhubungan dengan bisnis ritel. Hal ini dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan dan kerja sama dengan peneliti dari European-Asean Management Institue, serta berbagai lembaga pelatihan yang menguasai praktik bisnis ritel terbaik seperti PT Jamiko Karya Kreasi dan PT Tiga Anugerah Sejahtera. Kompetensi mahasiswa ditekankan dalam tiga tahap, yakni perancangan ide, manajemen operasional, dan pemanfaatan teknologi. Hal itu bertujuan agar mereka bisa meracik strategi untuk meningkatkan penjualan melalui perhatian khusus pada setiap pelanggan spesifik. Manajemen Operasional dan Pemanfaatan Teknologi Pebisnis ritel selanjutnya harus mampu melakukan analisis cost and benefit agar penggunaan sumber daya yang dimiliki akan memberi manfaat maksimal. Hal ini diterapkan untuk memberikan perhatian khusus pada pelanggan spesifik. Pemahaman mendalam mengenai pelanggan dan kategorisasi produk yang tepat menjadi kunci mengatur strategi penjualan dan penetapan harga promo. Tahap selanjutnya adalah pengoptimalan dan penerapan tren teknologi yang menungkinkan berdirinya Ritel 4.0, antara lain: Cloud collaborative Teknologi komputasi cloud yang memungkinkan data dibagikan secara real time dan pengelolaan data degan dukungan dari best practices perusahaan. Big data and analysus Analisis data seperti kebiasaan dan kesukaan pelanggan sebagai resep rahasia untuk menciptakan strategi promosi yang tepat sasaran. Aplikasi smartphone Sekarang ini pelanggan selalu terhubung dengan internet melalui smartphone. Perusahaan pun bisa terus menjaga hubungan dengan pelanggan melalui penawaran paket sesuai kebiasaan dan kesukaan setiap pelanggan spesifik. Program Bisnis Digital PSSAB UNPAR menekankan kompetensi lulusan dalam perencanaan ide dan manajemen operasional. Sementara pemanfaatan teknologi menjadi kompetensi pendukung. Hal itu karena kunci keberhasilan bisnis digital didapatkan ketika perusahaan mampu melakukan transformasi strategi bisnis dalam bentuk digital, bukan hanya digitalisasi proses bisnis yang sudah berjalan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pentingnya Transformasi Bisnis Ritel Menjadi Ritel 4.0”, https://biz.kompas.com/read/2019/03/23/081007128/pentingnya-transformasi-bisnis-ritel-menjadi-ritel-40