Fungsi Laporan Keuangan Bisnis

Anda tahu fungsi penting dari laporan keuangan dari sebuah bisnis yang Anda jalankan? Laporan keuangan ini sangat krusial. Laporan keuangan wajib dibuat agar para pemangku kepentingan dalam suatu organisasi atau perusahaan memahami posisi keuangan mereka. Anda dapat mengetahui apakah bisnis Anda meraih untung atau rugi, berapa banyak kewajiban yang harus Anda bayar, dan bagaimana Anda harus mengalokasikan anggaran Anda.

Laporan keuangan penting untuk mengetahui secara pasti kondisi finansial suatu organisasi atau perusahaan. Beberapa fungsi laporan keuangan antara lain:

#1 Menunjukkan Kredibilitas Perusahaan

Kredibilitas perusahaan dapat dibuktikan melalui laporan keuangannya. Laporan keuangan yang lengkap, transparan, dan jelas menunjukkan bahwa operasional perusahaan berjalan dengan lancar. Ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan klien terhadap perusahaan Anda.

 

#2 Meningkatkan Proses Pengambilan Keputusan

Analisis keuangan yang tepat membantu Anda mengambil keputusan yang tepat bagi bisnis Anda. Di mana Anda harus berinvestasi, bagaimana Anda harus memanfaatkan modal usaha Anda, biaya apa saja yang perlu dikurangi, semuanya dapat Anda tentukan berdasarkan laporan keuangan Anda.

 

#3 Memperlihatkan Kesehatan Perusahaan

Sehat atau tidaknya suatu perusahaan dapat dinilai dari laporan keuangannya. Anda perlu memperhatikan perputaran uang perusahaan Anda. Jika pengeluarannya selalu lebih besar daripada pendapatannya, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan Anda tidak sehat.

 

Jenis dan Contoh Laporan Keuangan Bisnis

Sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, berikut ini adalah beberapa jenis laporan keuangan yang perlu Anda ketahui.

 

 

#1 Laporan Laba Rugi

 

Laporan laba rugi atau income statement adalah jenis laporan keuangan yang menunjukkan tentang pendapatan dan pengeluaran dari suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Jika pendapatan lebih besar, maka perusahaan dapat dinyatakan meraih untung, dan sebaliknya jika pengeluarannya yang lebih besar, berarti perusahaan mengalami kerugian.

Pada umumnya, ada dua cara yang bisa digunakan untuk membuat laporan laba rugi, yaitu cara langsung (single step) dan cara bertahap (multiple step). Cara langsung cenderung lebih mudah, karena Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah dalam satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total biaya dalam periode tertentu.

Cara bertahap mengharuskan Anda memisahkan pendapatan Anda ke dalam dua kategori; pendapatan operasional (pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan) dan pendapatan non-operasional (pendapatan yang dihasilkan dari luar kegiatan pokok perusahaan). Pemisahan kategori ini juga harus diberlakukan pada pengeluaran perusahaan.

 

#2 Laporan Neraca

 

Laporan Neraca ini dapat menunjukkan posisi bisnis Anda (untung atau rugi) serta menganalisa kekuatan finansial perusahaan. Struktur laporan neraca ada 2, yaitu aset yang berada pada sisi aktiva, serta kewajiban/liabilitas dan modal/equitas di sisi pasiva. Neraca akan menunjukkan aset, utang, serta sisa modal Anda. Jumlahnya akan berubah sesuai dengan aktivitas finansial yang Anda lakukan. Sama seperti namanya, laporan neraca harus seimbang antara sisi aktiva dan pasivanya.

Perusahaan yang telah lama berdiri sebaiknya membuat dua neraca, yaitu sebelum dan sesudah pinjaman lunas. Sedangkan start up disarankan untuk membuat contoh neraca yang akan dibuat jika pinjaman telah lunas.

 

#3 Laporan Arus Kas 

 

Laporan arus kas menghubungkan neraca dengan laporan laba rugi serta mengukur aliran kas sesuai kebijakan perusahaan. Laporan ini dibagi menjadi 3 segmen, yaitu arus kas dari aktivitas operasional perusahaan, investasi perusahaan, serta pendanaan perusahaan. Arus kas dari aktivitas operasional bertujuan untuk menunjukkan kondisi kas dari operasional sehari-hari perusahaan (untung atau rugi). Arus kas dari investasi perusahaan mengukur investasi perusahaan dengan tujuan untuk memproduksi profit di masa depan.

 

#4 Laporan Perubahan Modal

 

Laporan perubahan modal penting diperlukan untuk mengetahui maju mundurnya keadaan suatu perusahaan. Jika modal perusahaan bertambah berarti terdapat kemajuan, begitu juga sebaliknya. Jika modal awal lebih besar daripada modal akhir maka hal ini menunjukkan perusahaan mengalami kemunduran. Jadi, laporan perubahan modal ini menceritakan perubahan yang terjadi pada modal (ekuitas) pemilik perusahaan. Mengapa? Modal dapat mengalami perubahan bertambah atau berkurang, perubahan ini disebabkan oleh hasil operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.

 

Itulah dasar-dasar  laporan keuangan yang bisa berdampak terhadap kesehatan perusahaan Anda. Anda harus mulai memperhatikan sistem laporan keuangan Anda secara teratur dan dengan kaidah ilmu akuntansi yang sesuai agar transparan dan dapat digunakan sebagai acuan. Bagaimana jika Anda belum terlalu memahaminya? Anda bisa memulainya dari ilmu dasar laporan keuangan, kemudian konsultasikan dengan tim kami untuk menyusun laporan keuangan bisnis Anda.