Pilih Laman

Apa Korelasi Manajemen Operasional yang Efektif dengan Meningkatnya Profit Bisnis?

 

Manajemen Operasional Untuk Meningkatkan Profit Bisnis

Ilustrasi (Sumber : Freepik)

 

Apakah Anda berpikir bahwa meningkatnya profit bisnis selama ini hanya diandalkan dari strategi penjualan yang baik dan tepat sasaran? Hal itu tidak sepenuhnya benar, banyak faktor yang mendukung bisnis Anda memperoleh profit diatas target yang sudah direncanakan. Salah satunya adalah dengan mengoptimasi manajemen operasional bisnis.

 

” Manajemen operasional adalah kegiatan yang mengacu pada pengelolaan proses bisnis secara menyeluruh dan optimal yang mencakup pada kegiatan produksi, tenaga kerja, keuangan, efisiensi penggunaan teknologi yang pada akhirnya menghasilkan sebuah produk atau jasa yang bernilai jual. Manajemen operasional yang baik tidak hanya memperhatikan hasil output yang mampu menjawab masalah dari konsumen, namun juga bisa mempertimbangkan biaya operasional internal secara efisien dan efektif. Hasil akhirnya? peningkatan profit yang optimal.”

 

Apa pentingnya mengoptimasi manajemen operasional dalam bisnis Anda? Faktor-faktor apakah yang mendukung jalannya manajemen operasional dalam proses bisnis? Mengapa manajemen operasional yang efisien bisa meningkatkan profit bisnis? Mari kita jabarkan pentingnya manajemen operasional dalam artikel yang akan kita bahas kali ini.

 

Apa itu Manajemen Operasional ?

Menurut pendapat Handoko dalam bukunya, manajemen produksi dan operasional adalah usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumberdaya-sumberdaya (disebut juga dengan faktor-faktor produksi), tenaga kerja, mesin – mesin, peralatan, bahan mentah dan lain sebagainya didalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.

 

Pada dasarnya, manajemen operasional mengacu pada bentuk dari pengelolaan yang menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku atau produk apapun yang bisa menjadikan sebuah barang atau jasa yang tentunya bisa bernilai dan bermanfaat bagi konsumen (diperjual belikan). Kegiatan manajemen operasional berkaitan dengan kemungkinan untuk mengubah rangkaian proses input dasar dalam perusahaan seperti misalnya bahan baku, produksi, kebutuhan pelanggan, informasi, kemampuan sumber daya manusia, keuangan, teknologi, dan sebagainya yang menjadi output untuk pelanggan.

 

Untuk menghasilkan output produksi yang baik, manajemen operasional harus ditopang dari berbagai macam cakupan lintas bidang. Lintas bidang yang dimaksud disini adalah keseluruhan bagian divisi di dalam proses kerja bisnis Anda. Mulai dari divisi keuangan,  divisi asset, divisi marketing atau pemasaran, dan divisi customer. Semua saling bersinergi dan menjaga agar tugas masing-masing saling berkesinambungan untuk membentuk hasil output yang diinginkan. Satu lagi, kehadiran teknologi berupa software yang mendukung operasi bisnis juga menjadi salah satu kunci lancarnya proses manajemen operasi. Teknologi yang bisa menjawab segala kebutuhan dan masalah dari serangkaian proses operasional, maka manajemen operasional bisnis Anda bisa dikatakan berhasil. Karena, bisnis proses Anda bisa berjalan dengan lancar dari segi efisiensi bahan baku dan biaya yang juga didukung dengan penggunaan teknologi yang optimal. Benar-benar efisien bukan?

 

 Mengetahui Pentingnya Manajemen Operasional

Setelah Anda memahami bagaimana cara kerja manajemen operasional dalam bisnis, Anda harus memahami seberapa pentingnya manfaat manajemen operasional untuk perkembangan bisnis Anda agar berhasil mencapai tujuan dalam berbisnis yaitu profit yang menggiurkan. Ada 4 hal manfaat yang pada akhirnya bisa meningkatkan profit bisnis.

 

1. Terbentuknya Efisiensi Kerja

Yang pertama adalah efisiensi yang meningkat bagi perusahaan. Terlihat dari pengertiannya, tujuan utama dari manajemen operasional adalah untuk membuat kinerja perusahaan atau bisnis lebih optimal dan efisien. Efisien ini bisa terbentuk karena semuanya sedari awal sudah direncanakan dan diperhitungkan sesuai kebutuhan dan fungsinya. Jadi, pekerjaan dari setiap divisi yang saling berhubungan masing-masing sudah mencapai target yang ditentukan, bisa dibilang efisien bukan?

 

2. Meningkatkan Efektivitas Produksi

Selaras dengan poin pertama, terbentuknya efisiensi kerja dapat berimbas pada efektivitas kegiatan produksi. Karena kinerja yang baik dari seluruh divisi, maka hasil output dari kegiatan produksi pun akan optimal.Hasil produksi akan sesuai dengan perencanaan, tidak lebih dan tidak kurang. Hal inilah yang membuat peningkatan efisensi kinerja SDM berbanding terbalik dengan efektivitas hasil produksi.

 

3. Menekan Biaya Produksi

Selaras dengan manfaat sebelumnya, pertimbangan yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan efektivitas produksi secara langsung juga turut mengurangi biaya yang dikeluarkan. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih optimal.

 

4. Meningkatkan Kualitas Produksi

Kegiatan pengecekan dan pengelolaan yang dilakukan oleh manajemen operasional akan menjadi barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan memiliki kualitas yang terjaga. Bahkan, ruang untuk meningkatkan kualitas produksi perusahaan juga akan lebih mudah terlihat oleh manajemen perusahaan.

 

5. Mengurangi Lama Waktu

Manfaat terakhir adalah mengurangi lama waktu yang dibutuhkan untuk memroses produksi. Pengawasan serta pengelolaan yang dilakukan manajemen produksi memungkinkan perusahaan untuk memiliki durasi kegiatan produksi lebih singkat. Alhasil, biaya, efektivitas, dan efisiensi perusahaan akan menjadi lebih baik ketimbang yang tidak memiliki manajemen operasional.

 

Apa Saja Ruang Lingkup Aktivitas Manajemen Operasional?

Tentu saja prencanaan manajemen operasional tidaklah cukup, perlu implementasi atau pelaksanaan yang dapat mendukung proses kegiatan operasional. Impelementasi tersebut masuk ke dalam ruang lingkup manajemen operasional. Apa saja aktivitas pada ruang lingkup yang bisa membantu bisnis Anda mencapai target profit yang diinginkan?

 

1. Merencanakan Sistem Produksi

Perencanaan sistem produksi dimulai dari proses perencanaan produksi yang bertujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan atau sesuai dengan permintaan konsumen. Perencaan sistem produksi ini mencakup hal-hal seperti kuantitas, kualitas, biaya produksi, dan waktu produksi serta pertimbangan laba yang diperoleh saat memproduksi produk ini. Dalam ruang lingkup ini, ada 4 hal tentang perencanaan sistem produksi yang harus diperhatikan:

  • Penentuan tata letak fasilitas pabrik
  • Perencanaan lingkungan kerja
  • Pembuatan dan Implementasi SOP kerja
  • Biaya yang harus dikeluarkan untuk proses produksi
  • Efisiensi bahan baku yang dibutuhkan, apakah masih mencapai margin yang sudah ditentukan
  • Waktu produksi yang yang harus diperkirakan matang-matang

 

2. Melakukan Controlling Proses Produksi

Proses melakukan controlling proses produksi bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan yang dapat diperoleh suatu perusahaan atau bisnis yang sedang dijalankan. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa untuk meminimalisir kesalahan dalam proses produksi, sehingga hal ini akan dapat berdampak pada sedikitnya biaya operasional yang dikeluarkan akibat kesalahan dalam proses produksi. Membahas tentang controlling proses produksi, ada 5 bagian dalam mengawasi proses produksi yaitu:

 

  • Pengendalian Bahan Baku : Pengendalian bahan baku ini termasuk dalam jumlah pasokan bahan baku, bagaimana supplier menyediakan bahan baku yang sesuai permintaan, dan penyimpanan bahan baku di gudang.
  • Pengendalian Biaya Produksi : Menganalisa biaya produksi dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal. Pada proses produksi terdapat 2 jenis biaya produksi yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel dibagi menjadi  2 yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya overhead dapat meliputi biaya variabel, biaya tetap dan biaya semi variabel. Beberapa jenis biaya tersebut dalam pengendalian biaya produksi harus diketahui dengan jelas karena mempunyai pengaruh yang besar terhadap keuntungan atau laba perusahaan.
  • Pengendalian Tenaga Kerja : Tidak ada yang meragukanlagi bahwa kualitas dan kuantitas SDM yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan proses produksi adalah hal yang wajib diakui keberadaanya. Kualitas SDM yang mendukung dapat menghasilkan formulasi produk yang sesuai standar dan memiliki value yang bagus. Sedangkan kuantitas SDM yang mencukupi, akan dapat menghasilkan produk yang cepat dan tepat sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
  • Pengendalian Kualitas Produksi : Aktivitas ini termasuk dalam memperbaiki atau meningkatkan kualitas produksi barang atau jasa yang dihasilkan, mengurangi kuantitas barang yang rusak atau gagal diproduksi, serta memeriksa apakah proses produksi telah sesuai dengan prosedur atau standar mutu yang sudah ditetapkan dalam menjaga kualitas.
  • Pemeliharaan Alat Produksi : Maintenance alat produksi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan produksi berjalan lancar sehingga bisa mencegah terjadinya kerusakan produk yang dihasilkan.

 

3. Set Up Ulang Sistem dan Fasilitas Perusahaan 

Apakah Anda menyangka bahwa remodelling fasilitas perusahaan seperti misalnya remodelling toko atau gudang merupakan langkah yang bagus untuk memaksimalkan manajemen operasional bisnis? Jawabannya iya!. Remodelling desain toko bisa berdampak  bagus untuk memberikan kesan nyaman pertama kali saat konsumen Anda memasuki toko. Kalau sudah nyaman, mereka pasti akan membeli produk Anda dan menyukai fasilitas yang diberikan. Sehingga bisa saja memberikan kemungkinan mereka untuk kembali lagi ke toko Anda.

Set ulang sistem dan manajemen area gudang dapat dioptimalkan agar semuanya berjalan dengan optimal. Ini mencakup mulai dari pengaturan tata letak gudang, pengontrolan inventaris, pemeliharaan peralatan, pengecekan barang yang masuk dan keluar, pengambilan, pengepakan, dan pengiriman barang, hingga penggunaan sistem manajemen gudang otomatis. Penempatan gudang yang strategis dapat mengurangi biaya tenaga kerja dan transportasi yang tidak perlu. Manajemen gudang yang baik juga dapat mengurangi kerugian akibat kerusakan barang, kehilangan barang akibat dicuri, pencarian dan pengiriman barang yang tepat waktu. Sangat efisien bukan?

 

4. Optimasi Penggunaan Software

Dalam mengelola manajemen operasi, penggunaan aplikasi untuk pencatatan keuangan Anda pun juga sangat diperlukan, ketika Anda Pemanfaatan penggunaan keuangan serta pencatatan yang tepat akan memungkinkan terciptanya suatu produk atau layanan yang akan memenuhi kebutuhan konsumen secara keseluruhan, dan membantu bisnis yang Anda jalankan, akan semakin berkembang.Penggunaan software ini akan membantu Anda dalam merapihkan setiap pencatatan keuangan bisnis Anda secara tepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikannya.

 

Manajemen operasional dalam bisnis harus drencanakan dan di implementasikan sebaik mungkin untuk mendukung hasil output produk atau jasa agar lebih optimal. Optimalisasi produk akan memberikan dampak yang sangat menguntungkan bagi perusahaan Anda, salah satunya lebih profitable. Profit bisnis Anda akan meningkat jika manajemen operasi yang dilakukan dengan strategi yang jitu.

Konsultan.co bisa membantu Anda untuk merencanakan sekaligus mengimplementasikan cara manajemen operasional bisnis atau usaha Anda dengan tepat. Lalu, apa hasil yang bisa diberikan setelah implementasi manajemen operasi? proses bisnis menjadi rapi dan terencana, sistem manajemen SDM lebih berkualitas, produksi lebih terarah dan efisien, dan semua itu akan mengerucut menghasilkan profit usaha yang menggiurkan, Segera gabung bersama kami, KONSULTAN.CO! BUSINESS GROWTH EXPERT.

 

 

 

Baca Juga artikel kami :

 

 

 

Kami Hadir di :

  1. Eldora Utama, Graha Bintaro – Tangerang
  2. Pepelegi Indah, Waru – Sidoarjo

 

Website :

  1. konsultanmanajemen.asia
  2. konsultanbisnis.id

 

Instagram :

  1. konsultanco
  2. konsultanco.bisnismanajemen