KONSULTAN BISNIS MANAJEMEN

Terbaik,+62 813 – 9864 – 6177,
Bila Ibu Kota Pindah, Berita Ibu Kota Pindah, Ibu Kota Indonesia Pindah, Kenapa Ibu Kota Jakarta Pindah , Ibu Kota Negara Pindah

Image result for ibu kota
Monas,Jakarta

JAKARTA—-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan sekalipun ibu kota pindah, Jakarta tetap akan jadi sentra bisnis dan punya peran besar dalam kegiatan ekonomi.  Ibu kota baru kemungkinan hanya didesain untuk populasi sebanyak 1,5 juta jiwa.

Demikian dikatakan Bambang dalam diskusi di kantor staf kepresidenan, Jakarta (13/5).   Jika diibaratkan Amerika Serikat, Jakarta berperan sebagai New York dan ibu kota baru adalah Washington DC.

“Pemindahan ibu kota tidak akan berpengaruh banyak terhadap geliat ekonomi Jakarta, Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) Jakarta dari sektor pemerintahan hanya 20 persen. Sisanya 80 persen dari swasta,” tutur Bambang

Bappenas memproyeksi Pergeseran jumlah penduduk hanya sekitar satu juta yang pindah ke ibu kota baru.Angka ini terdiri dari PNS dan pegawai di lingkaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif sebanyak 200 ribu orang, serta TNI-Polri sebanyak 25 ribu orang. Jika diasumsikan satu pegawai memiliki empat anggota keluarga, maka perpindahan ekitar 800 jiwa dan sisanya pelaku bisnis.

Sementara penduduk Jabodetabek itu hampir 25 juta orang. Dengan demikian perpindahan secara signifikan tetap membuat pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap tinggi. Bambang meyakini Jabodetabek mampu mengalahkan Kuala Lumpur di Malaysia atau Bangkok di Thailand.

Pada kesempatan yang terpisah pendiri Rujak Center for Urban Studies Elisa Satunudjaja menilai kasus Amerika Serikat dengan New York dan Washington DC-nya atau Australia dengan Sidney dan Canberra sebagai ibu kotanya tidak bisa disamakan dengan kasus Indonesia. Pasalnya Washington DC dan Canberra berangkat dari kompleks perumahan dan perkantoran menjadi kota memerlukan proses yang lama.

“Yang saya khawatirkan ialah bukan pada Jakartanya, tetapi masalah lain akan muncul di ibu kota baru itu,” ujar Elisa dalam sebuah diskusi di kantornya di Cikini, beberapa waktu lalu.

Jakarta menurut dia tidak akan terpengaruh karena harga tanah tetap akan tinggi dan masalah yang akan dihadapi Jakarta seperti banjir dan kemacetan tetap akan ada. Sentra-sentra logistik seperti Tanjung Priuk masih di Jakarta.  Sementara ibu kota baru tetap akan sepi penduduk seperti Putrajaya, Malaysia di mana penduduknya sepi pada waktu week-end (van).