KONSULTAN BISNIS MANAJEMEN

TERNAMA, +62 813 – 9864 – 6177, Dunia Usaha Proyeksi IA CEPA Kerek Transaksi Dagang 19 Persen

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital

Dunia Usaha Proyeksi IA CEPA Kerek Transaksi Dagang 19 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia mengerek transaksi dagang kedua negara 19 persen per tahun.

Optimisme ini bukan isapan jempol mengingat IA-CEPA membebaskan bea masuk bagi beberapa produk Indonesia ke Australia.

Dengan begitu, produk-produk Indonesia bisa lebih kompetitif di Australia.

“Diharapkan dengan penandatanganan ini (IA-CEPA) peningkatan (nilai transaksi) sebesar 17-19 persen per tahun,” Rosan Roeslani di Hotel JS Luwansa, Senin (4/3).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perdagangan bilateral Indonesia dan Australia sebesar US$8,6 miliar / setara Rp121 triliun mengacu kurs Rp14.130.

Dengan pertumbuhan 17-19 persen,nilai perdagangan Indonesia-Australia bisa menembus US$10-US$10,2 miliar atau Rp141,57 triliun-Rp143,99 triliun.

Tahun lalu, produk ekspor utama Indonesia ke Australia meliputi petroleum (senilai US$636,7 juta), kayu dan furnitur (US$214,9 juta).

Ia berharap investasi baru tersebut menyasar sektor pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Diharapkan itu (investasi) juga ada peningkatan tidak hanya di tambang atau perbankan saja. Salah satunya pendidikan dan layanan kesehatan,”

Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Australia adalah

1.gandum (US$639,6 juta)
2.batu bara (US$632 juta)
3.hewan hidup jenis lembu (US$573,9 juta)
4.gula mentah atau tebu lainnya (US$314,7 juta)
5.bijih besi dan bijih lainnya (US$209,3 juta).

Selain peningkatan nilai transaksi, Rosan meyakini IA-CEPA bisa mendatangkan investasi asing (Foreign Direct Invesment/FDI) dari Australia

Ia berharap investasi baru tersebut menyasar sektor pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Diharapkan itu (investasi) juga ada peningkatan tidak hanya di tambang atau perbankan saja.

Salah satunya pendidikan dan layanan kesehatan,” imbuhnya.

Penandatanganan perjanjian dagang bebas antara Indonesia dan Australia resmi diteken Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Proses selanjutnya adalah ratifikasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dilanjutkan dengan pertukaran naskah perjanjian.

Setelah rangkaian proses selesai, isi perjanjian IA-CEPA secara resmi dapat dipublikasikan dan dimanfaatkan oleh semua pihak.