Familiar kah Anda dengan Disrupsi Inovasi? 

 

Disrupsi Inovasi Bisnis

Disrupsi Inovasi Bisnis (Ilustrasi: Procore)

 

Menurut Pakar Manajemen sekaligus motivator Rhenald Kasali, dalam bukunya yang berjudul Disruption: Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber, beliau mengutarakan pandangannya terhadap perubahan besar yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Perubahan besar itu dinilainya sebagai “Disrupsi Inovasi” yang mengerucut terhadap permasalahan perubahan tatanan dunia bisnis. Sebenarnya disrupsi inovasi memiliki dapat menghancurkan pasar yang sudah ada dan menggantikannya dengan sistem baru. Menurut pandangan Rhenald Kasali, dampak disrupsi inovasi ini dapat merusak lapangan pekerjaan, tapi menghadirkan alternatif lain terhadap perusahaan untuk menghadapi tantangan tersebut.

 

Sebagian besar dari Anda, terutama para pelaku bisnis, kemungkinan sudah menyadari adanya kehadiran disruptif inovasi. Coba lihat sekeliling Anda? Orang-orang, khususnya generasi millenial, mereka mudah sekali mendapatkan produk atau barang yang mereka inginkan. Produk-produk tersebut dengan mudah mereka dapatkan melalui “pemain baru dan tersembunyi” tanpa adanya campur tangan “pasar atau pemain lawas”. Hal ini tentu menguntungkan pemain baru yang tiba-tiba datang tanpa permisi. Dalam hal ini, “pemain baru” adalah penjual-penjual yang menganut sistem terbaru, tanpa permisi, memakai cara baru, dan jauh dari jangkauan “pemain lawas”. Sehingga, “pemain lawas” atau pemilik bisnis terdahulu tidak bisa mendeteksi pemasaran dari penjual baru yang akrab dan melek akan teknologi.

Dampak yang Ditimbulkan dari Adanya Disrupsi Inovasi

 

“Disrupsi Inovasi di dunia bisnis pada dasarnya menggambarkan adanya terobosan inovasi oleh pemain baru atau pesaing baru yang berbekal ilmu dan sistem teknologi yang terintegrasi dan mampu menjawab masalah customer di era industri 4.0. Sehingga, pemain lama harus mengubah mindset dan sistem bisnis mereka agar ikut terjun bersama pemain baru. Minimal bisa bertahan di tengah serangan disrupsi inovasi.”

 

Di era digital dan tentu saja era pandemi seperti ini, menuntut semua orang harus mau mempelajari teknologi. Baik secara global atau Indonesia, disrupsi inovasi semakin menguat seiring perkembangan di era digital dan era bisnis 4.0. Serangan disrupsi inovasi bisa diibaratkan mata pisau, bisa berdampak negatif dan bisa berdampak positif. Bagi mereka yang suka akan perubahan, ini merupakan masa depan yang cerah.

 

Namun, bagi mereka yang sudah nyaman dan takut dengan perubahan, ini awal kepunahan. Banyak perusahaan yang mengalami gulung tikar karena adanya disrupsi inovasi. Perusahaan-perusahaan yang sudah berinovasi tapi tetap kalah dengan gebrakan inovasi dari perusahaan baru, harus siap-siap minggir, karena dari segi pola pikir sudah berbeda. Anda sebagai “pemain lama” harus berputar otak untuk menciptakan ide dan terobosan teknologi terbaru demi bisa bertahan di era disrupsi inovasi.

 

Contoh dari Disrupsi Inovasi

 

Sebenarnya disrupsi inovasi ini sudah lazim terjadi di era digital, semua tatanan bisnis lama sudah diganti dengan sistem baru mengikuti era industri revolusi keempat (4.0). Contohnya, adalah Wikipedia. Wikipedia merupakan salah satu contoh inovasi disruptif yang merusak pasar ensiklopedia tradisional (cetak). Kalau dilihat, saat ini jarang sekali ditemukan ensiklopedia edisi cetak dijual ditoko buku. Semuanya sudah beralih ke Wikipedia. Dari sisi harga ensiklopedia tradisional (cetak) bisa jutaan, sekarang informasi bisa didapat secara cuma-cuma lewat Wikipedia.

 

Ada lagi contoh yang berfokus pada dunia transportasi, yaitu mobil. Mobil ketika pertama diciptakan adalah inovasi teknologi yang revolusioner pada masa itu. Sangat mewah dan harganya sangat mahal sehingga tidak semua orang mampu membeli. Mobil tidak bisa disebut sebagai disrupsi inovasi untuk kendaraan karena pada saat pertama kali ditemukan belum banyak orang yang punya (belum mengganggu). Singkatnya, pada saat itu tidak mengganggu pasar untuk kendaraan yang ditarik kuda. Akan tetapi, ketika perusahaan mobil Ford membuat Ford Model T, dimana model ini dirakit dipabrik dan menggantikan buatan tangan. Sehingga harga mobil pada saat itu jadi sangat murah. Apa yang dilakukan Ford inilah yang disebut Disrupsi Inovasi.

 

Berikut contoh dari Disrupsi Inovasi dilansir dari artikel Wikipedia:

  • Media Cetak terganggu oleh inovasi Media Digital
  • Telegrafi, pasar terganggu oleh inovasi Telepon
  • Floppy Disk, pasar terganggu oleh inovasi CD dan USB
  • CRT, pasar terganggu oleh inovasi LCD
  • Logam & Kayu, pasar terganggu oleh inovasi Plastik
  • Radiografi (Pencitraan X-Ray), pasar terganggu oleh inovasi Ultrasound (USG)
  • CD & DVD, pasar terganggu oleh inovasi Digital Media (i-Tunes, Amazone, dll)
  • Kamera Film, pasar terganggu oleh inovasi Kamera Digital
  • Cetak Offset, pasar terganggu oleh inovasi Printer Komputer
  • Kuda & Kereta Api, pasar terganggu oleh inovasi Mobil

 

Disrupsi Inovasi Seperti Apakah yang Terjadi di Indonesia?

 

“Serangan disrupsi inovasi bisnis juga sudah merambah di negara kita, Indonesia sejak tahun 2016. Hal ini ditandai dengan kemunculan ide layanan dari Nadiem Makariem, yang menyediakan platform layanan ojek online “Go-Jek”. Inovasi ini terus menerus berlangsung, mengingat adanya wacana revolusi industri 4.0 yang memaksa pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan sistem bisnis berbasis teknologi.

 

Anda pasti salah satu pengguna Go-Pay? Benar kan?. Nah, seperti yang kita tahu, aplikasi Go-Pay memudahkan transaksi pembayaran untuk melakukan pembelian. Sadarkah Anda bahwa Go-Pay sebenarnya sudah menggeser bisnis bank-bank konvensional? Jawabannya iya, transaksi dengan Go-pay sangat simpel dan tidak ribet karena memang menawarkan transaksi lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan bank konvensional. Bank konvensional dipaksa untuk terus optimasi kinerja dan teknologi mereka dengan penerapan teknologi AI (Artificial Intellegence).

 

Contoh Disrupsi Inovasi Bisnis (Adanya Ojek Online)

 

Contoh kedua, masih ada hubungannya dengan Go-Pay, yaitu Go-Jek. Aplikasi Go-Jek sangat memudahkan pengguna untuk memesan ojek online melalui aplikasi yang terinstall di handphone. Namun sebenarnya, hal ini bisa mematikan jasa ojek konvensional yang biasa mangkal di perempatan. Kalau dilihat dari satu sisi memang terlihat kejam dan merusak sistem terdahulu. Tapi, jika dilihat dari sisi yang lain, justru kehadiran ojek daring yang dicetuskan oleh Nadiem Makarim ini dapat membantu ojek konvensional untuk bergabung dengan mitra Go-Jek. Tidak hanya itu, masyarakat tidak perlu menunggu lama jemputan dari abang ojek, karena dengan aplikasi ini, abang gojek bisa cepat dan tepat sampai di lokasi yang Anda pesan.

 

Dampak positif lainnya, ojek online mempermudah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang kuliner untuk memasarkan produknya kepada masyarakat luas melalui aplikasi ojek daring. Hal itu dapat memberikan kenaikan omzet bagi pemilik UMKM tersebut. Positif sekali kan? Tapi pada dasarnya kehadiran pemain baru ini tetap merugikan pemain lama. Jadi, Anda sebagai pemain lama jangan menyerah dengan keadaan. Banyak strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi pemain baru di era disrupsi inovasi bisnis.

 

Strategi Menghadapi Disrupsi Inovasi di Dunia Bisnis, Apa Sajakah itu?

 

Rajin Mengikuti Tren

Rajin-rajin dalam memantau tren bisnis dapat memberikan gambaran perubahan yang terjadi terhadap bisnis Anda dan apa yang akan terjadi sehingga gejala-gejala timbulnya disrupsi akan terdeteksi secara dini. Komponen yang harus dipantau yaitu tren teknologi, ekonomi, budaya, politik, dan lingkungan alam.

Riset dengan Data yang Mendukung

Tidak cukup dengan mengikuti tren, harus dibutuhkan faktor data pendukung. Nah, Anda dapat melakukannya dengan pendekatan riset. Karena dengan riset informasi yang didapat dapat dipertanggungjawabkan mengenai kesahihan dan keabsahannya, karena dilakukan secara ilmiah.

Meningkatkan Kualitas SDM 

Dengan pesatnya perubahan lini kehidupan menjadi serba digital, bukan tidak mungkin robot akan menggantikan pekerjaan manusia. SDM sebaiknya didorong untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuannya mengenai teknologi, karena tenaga kerja yang mampu mengaplikasikan dan mengontrol teknologi lah yang mampu terus bergerak maju.

Melakukan Inovasi dan Terobosan-terobosan

Memiliki cara berpikir yang berbeda atau out of the box, sehingga mampu membuat terobosan-terobosan baru atau penyesuaian pada bisnis agar lebih sesuai dengan era disrupsi.

Switching Produk

Jika memang inovasi sudah mentok dan tidak bisa diutak-atik lagi, mau tidak mau produk lama Anda harus dikorbankan menjadi luncuran produk baru.  Contohnya Telkom yang selalu berani untuk mematikan atau mengkanibalisasi produknya sendiri seperti telepon kabel yang diganti dengan nir-kabel dll.

Adopsi Teknologi Digital

Perusahaan mampu menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Ini sebagai perwujudan dari tiga solusi pintar dalam menghadapi revolusi industri 4.0, smart foundation, smart process, dan smart connectivity.

 

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa disrupsi inovasi adalah pengembangan inovasi dari sebuah hal yang sudah ada dan diperbarui mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal atau terdisruptif atau tersaing oleh produk baru yang lebih, adanya era digital seperti saat ini memacu generasi milenial untuk selalu berkembang untuk mengembangkan inovasi-inovasi modern. Ditambah lagi dengan adanya wabah covid-19 generasi milenial dituntut untuk berpikir lebih keras guna membuka wawasan baru, untuk membuka bisnis baru dan untuk mengembangkan bisnis lama agar bisa dipasarkan dengan cara yang baru agar tidak ter distruptif oleh perkembangan zaman.

 

Nah, setelah Anda memahami tentang Inovasi disruptif, Anda tertarik untuk beralih ke era bisnis baru di era digital seperti sekarang? Giliran Anda untuk mencobanya saat ini juga. Anda harus mengubah pola pikir Anda dan mulai bermitra dengan teknologi untuk mengoptimasi sistem kerja Anda dalam berbisnis agar bisnis Anda bisa bertahan di era disrupsi inovasi

Segera hubungi kami jika Anda membutuhkan bantuan untuk konsultasi mengenai bisnis Anda. Manfaat apa yang Anda dapat setelah bergabung dengan tim konsultan kami? Profit bisnis Anda akan naik 2 kali lipat dalam waktu kurang dari 6 bulan. Tunggu apa lagi? Segera hubungi Konsultan.co. Konsultan.co, BUSINESS GROWTH EXPERT!

 

Baca Juga artikel kami :

 

Kami Hadir di :

  1. Eldora Utama, Graha Bintaro – Tangerang
  2. Pepelegi Indah, Waru – Sidoarjo

 

Website :

  1. konsultanmanajemen.asia
  2. konsultanbisnis.id

 

Instagram :

  1. konsultanco
  2. konsultanco.bisnismanajemen