Pilih Laman

Pernahkah Karyawan Anda Mengalami Demotivasi?

 

 

Pernahkah staff Anda mengalami penurunan motivasi kerja? atau justru motivasi turun drastis? Hati-hati bisa jadi itu tanda demotivasi! Demotivasi adalah kondisi dimana staff mengalami kehilangan semangat kerja, malas kerja, hingga produktivitas menurun. Sebenarnya penyebab demotivasi ini luas loh! mulai dari tekanan pekerjaan yang bertubi-tubi, lingkungan kerja yang tidak mendukung, dan masih banyak lagi.

 

Demotivasi karyawan merupakan kondisi dimana karyawan Anda mengalami penurunan semangat bekerja karena disebabkan berbagai faktor, baik dari internal perusahaan atau eksternal perusahaan hingga pada akhirnya akan menyebabkan penurunan semangat kerja karyawan.

 

Nah, jika sebagian besar staff Anda kehilangan motivasi, maka Anda tidak bisa berharap untuk mengembangkan bisnis lebih cepat, apalagi mencapai tujuan organisasi. Karena itu, Anda sebaiknya menganggap demotivasi karyawan sebagai “penyakit” menular dan serius yang melemahkan kinerja tim. Oleh sebabnya, Anda membutuhkan tindakan preventif atau pencegahan untuk meminimalisir terjadinya demotivasi pada karyawan Anda.

Berikut kami paparkan alasan-alasan atau faktor penyebab staff Anda mengalami demotivasi!

 

Alasan Karyawan Anda Mengalami Demotivasi

Staff yang mengalami demotivasi bukan berarti sepenuhnya salah mereka, banyak faktor yang sebenarnya justru berasal dari budaya kantor yang sudah menjadi kebiasaan. Budaya atau kebijakan kantor yang sedikit tidak berpihak kepada kesejahteraan karyawan terkadang menjadi penyebab utama demotivasi karyawan loh. Coba cek 5 hal ini untuk mengetahui alasan utama demotivasi karyawan.

 

1. Tidak Ada Kesempatan Untuk Mengembangkan Diri

Bekerja tanpa adanya jenjang karir yang jelas akan mempengaruhi demotivasi karyawan. Semakin tidak jelas akan menyebabkan karyawan mempertimbangkan kembali keinginannya untuk tetap bertahan atau meninggalkan. Selain bekerja dengan jobdesc sebagaimana mestinya, karyawan juga butuh mengasah skill, kreativitas, dan kepastian karir di masa mendatang.

 

2. Kurangnya Apresiasi Dari Atasan

Kurangnya apresiasi dari karyawan menjadi salah satu penyebab demotivasi karyawan untuk bekerja karena tidak adanya reward atau mendapatkan perlakuan yang sama antar karyawan. Kalau sudah begini, karyawan yang bekerja keras melampaui target menjadi malas atau bekerja dengan standar yang biasa saja.

Jika hal ini terjadi secara terus menerus atau bahkan menjadi budaya perusahaan, maka siap-siap Anda akan kehilangan karyawan terbaik Anda. Jangan dibiarkan! bisa menjadi boomerang untuk diri Anda sendiri. Anda sebagai pimpinan harus sesegera mungkin memberlakukan kebijakan reward atau minimal memberikan apresiasi kecil tapi berarti bagi karyawan Anda.

 

3. Beban Kerja Terlalu Overload

Karyawan rajin dan disiplin bukan berarti harus bisa mengerjakan segala jenis pekerjaan, khususnya pekerjaan yang memiliki bobot melebihi job desc nya. Tidak seharusnya Anda memberikan pekerjaan yang bebannya melebihi porsi kerja karyawan Anda. Karyawan Anda hanyalah manusia normal yang bukan hanya fokus mengerjakan pekerjaan kantor saja. Mereka juga memiliki kehidupan selain di kantor.

Anda tetap boleh memberikan info atau tugas jika memang itu urgent dan harus terselesaikan saat itu juga. Tapi ingat, jangan membiarkan kebiasaan ini, karyawan Anda akan overload dan mengalami burnout, yang mana akan berdampak buruk kedepannya. Pada akhirnya karyawan Anda akan mogok kerja dan mengajukan resign. Anda tidak ingin karyawan terbaik Anda lepas kan?

 

4. Komunikasi Searah 

Komunikasi searah ini berlaku antara karyawan dengan atasan. Model komunikasi searah ini biasa terjadi terhadap model kepemimpinan otoriter yang artinya atasan mengambil peranan penting dalam pengambilan keputusan. Biasanya karyawan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau sekedar memberikan kritik dan masukan untuk perkembangan perusahaan kedepannya.

Jika semua masukan dan kritik karyawan yang membangun tersebut tidak mendapatkan feedback yang positif dari Anda sebagai atasan, maka jangan harap karyawan Anda akan semangat untuk mengikuti perkembangan perusahaan Anda. Karyawan semakin ogah-ogahan dan acuh tak acuh terhadap masa depan perusahaan.

 

5. Manajerial Yang Tidak Sesuai Harapan

Maksudnya disini adalah, manajer atau atasan lebih memproritaskan karyawan yang menjadi favorit atasan untuk dipromosikan jabatannya, lebih ke penilaian subjektif. Inilah menjadi penyebab utama karyawan Anda mengajukan resign karena karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi merasa diabaikan. Anda bisa mengurangi tingkat subjektif Anda terhadap karyawan Anda dengan terus memantau kinerja karyawan tanpa melihat faktor lainnya.

 

Itulah kelima hal yang menjadi faktor penyebab karyawan Anda mengalami demotivasi atau penurunan semangat kerja. Hati-hati! penurunan semangat kerja akan memberikan dampak paling buruk yaitu pengajuan resign dari karyawan Anda. Segera tuntaskan! lebih cepat lebih baik.

 

Salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem perekrutan dan training berkala untuk meningkatkan skill dan motivasi karyawan. Anda tidak perlu repot memasang iklan di media sosial Anda, cukup kami yang mengurus, filter, hingga Anda siap menerima karyawan yang siap terjun kerja secara langsung.

 

Cek link dibawah ini untuk mendapatkan penawaran khusus dari kami!

 

Baca Juga artikel kami :