Akibat Pandemi Covid-19 pada Sektor Ritel

 

Karyawan terdampak covid-19

Ilustrasi : (Sumber : Ekonomibisnis.com)

 

Penghujung tahun 2020, kasus covid-19 di Indonesia masih terus bertambah secara signifikan. Berdasarkan data Wikpedia, per 12 Nopember 2020, pertambahan kasus positif mencapai 3.770 dengan total kasus hingga saat ini mencapai 448 ribu kasus. Walaupun kasus positif bertambah setiap harinya, namun jumlah pasien sembuh pun bertambah cukup banyak. Pasien sembuh per hari ini yaitu 379 ribu. Akibat pandemi covid-19, semua sektor terdampak, khususnya sektor bisnis yang mengalami kelesuan hingga saat ini. Sektor bisnis ritel merasakan dampak yang sangat besar, Hal ini bisa terlihat dari permintaan pasar yang menurun, biaya pengeluaran yang banyak dan tidak seimbang dengan pemasukan,

 

Satu hal mendasar yang paling memberikan dampak besar terhadap bisnis ritel adalah, penjualan melalui online merajai perbelanjaan saat ini. Pusat perbelanjaan mengalami penurunan pembeli, hal ini adanya buntut wacana pemerintah untuk menerapkan PSBB dan social distancing. Daripada sekedar untuk berbelanja meenuhi keinginan, kini orang-orang lebih terpusat pada kebutuhan bahan pokok dan alat kebersihan. Sektor lainnya seperti pakaian, perangkat elektronik, dan kosmetik sepi peminat.

Tantangan Utama Bisnis Ritel Masa Pandemi dan Transisi New Normal

 

Bisnis ritel

Bisnis Ritel Lesu di Masa Pandemi

 

 

Berdasarkan artikel yang dari kontan.co.id, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani mengatakan, pemotongan gaji hingga merumahkan karyawan sektor ritel berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Dampak dari permasalahan ini, konsumsi masyarakat terhadap produk-produk ritel mengalami penurunan dengan tingkat yang bervariasi.

 

Penurunan permintaan paling melonjak tinggi didominasi oleh barang-barang non kebutuhan pokok. Ritel yang menjual barang-barang kebutuhan pokok kemungkinan masih bisa bertahan.Tantangan para pebisnis ritel seolah tidak ada hentinya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, para pelaku bisnis ritel juga dihadapkan pada tantangan berupa komponen biaya pengeluaran-pengeluaran tetap yang sulit turun secara signifikan.

 

Misalnya pada biaya sewa tempat, tarif biaya sewa tempat untuk pebisnis ritel sulit mengalami penurunan, Karena pada dasarnya, pihak pemilik atau pengelola tempat juga memiliki beban biaya tetap yang sulit untuk menurunkannya.

 

Lalu, Bagaimana Cara Mempertahankan Bisnis Ritel Saat ini?

 

Sebagai pemilik bisnis ritel, ada beberapa hal yang bisa Anda upayakan untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah pandemi ini dan memaksimalkan penjualan. Berikut adalah tips bagaimana mempertahankan bisnis ritel di masa pandemi berdasarkan artikel dari hashmicro.

 

1. Mulai Meningkatkan Penjualan Online

 

Membatasi berinteraksi di ruang terbuka, masyarakat akan mencari cara alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar. Saat puncak infeksi Covid-19, belanja online menjadi pilihan. Sekarang hal yang sama terjadi di Indonesia, terbukti dengan transaksi e-commerce di Indonesia meningkat.

Oleh karena itu, pebisnis ritel sebaiknya juga beralih fokus strategi di penjualan online. Setidaknya cara ini bisa menyelamatkan Anda dari kerugian-kerugian akibat turunnya penjualan di toko offline.

Pastikan pelanggan Anda tahu bahwa Anda memiliki toko online dan mendorong mereka untuk menggunakanya. Gunakan fitur mass mailing untuk mengabarkan pelanggan Anda dan mengukur apakah strategi ini membawa pengaruh terhadap perusahaan Anda.

2. Fokus pada penjualan produk yang paling laku

 

Pada poin ini Anda harus memperhatikan penjualan terhadap barang yang paling dibutuhkan saat ini, seperti misalnya masker, hand sanitizer, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Penjualan produk ini harus dijaga kestabilan distribusi dan pasokannya, karena jika tidak produk tersebut akan mengalami penimbunan.

Strategi ini berlaku untuk para retailer yang memproduksi barang dagangannya sendiri. Dengan terganggunya alur rantai pasokan baik dari dalam maupun luar negeri, Anda harus berhati-hati dengan proses produksi.

Agar tetap efektif, Anda bisa menggenjot produksi dan penjualan di barang-barang yang paling laku untuk menghemat biaya secara keseluruhan. Dengan demikian, kelangkaan atau kenaikan harga material bisa tertutupi dengan penjualan yang maksimal.

3. Bernegosiasi dengan para supplier dan vendor

 

Seperti yang disebutkan poin di atas, pengusaha ritel harus bergelut dengan stok barang yang menipis dan harga yang melangit. Sedikitnya tenaga kerja, sulitnya mengoptimalkan stok barang, dan prediksi inventaris yang tidak bisa diandalkan bisa memperparah penjualan Anda.

Untuk mengatasinya, Anda sebaiknya mulai menyiapkan strategi sedini mungkin. Proses procurement harus beralih dari proses negosiasi tradisional ke bagaimana cara memastikan alur logistik tetap terjaga. Jadi, cobalah ajukan beberapa keringanan pembayaran atau perubahan kebijakan lainnya dengan supplier Anda.

4. Buat program diskon dan promosi

 

Trik ini pasti sudah tidak asing lagi dilakukan oleh para pebisnis maupun industri ritel dalam menghadapi pandemi Covid-19. Cara ini merupakan cara termudah untuk menstimulasi penjualan. Ada banyak jenis promosi yang bisa Anda tawarkan seperti potongan harga, bebas ongkos kirim, perpanjangan durasi pengembalian barang, dan masih banyak lagi. Khususnya lagi, jika sudah ada program membership bagi pelanggan setia Anda, Anda justru bisa membuat program promosi semakin menarik.

Karena pandemi ini belum pasti kapan berakhirnya, Anda mungkin harus menggunakan strategi program promosi ini lebih lama dan lebih “gila”. Jadi, pastikan Anda bisa mengontrol margin penjualan setiap produk secara efektif.

 

Pandemi Covid-19 memang membawa dampak besar bagi semua sektor usaha,, khsusunya sektor ritel. Sektor ini sebenarnya sangat memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan melengkapi rantai pasok. Mau tidak mau, para pebisnis ritel harus melanjutkan usahanya dan dinamis dalam mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Khususnya bila ada urgensi yang sangat tidak menguntungkan ini, contohnya pandemi Covid-19.

 

Semoga empat poin diatas bisa membantu Anda untuk terus berinovasi dalam berbisnis di masa pandemi Covid-19. Jika Anda butuh bantuan, coaching atau konsultasi terkait bisnis yang Anda jalani, segera hubungi kami untuk mendapatkan pengalaman konsultasi dan pendampingan bisnis yang menyenangkan. GROW WITH US! 

 

 

Baca Juga artikel kami :

Ingin Profit Bisnis Anda Naik Berlipat? Atur Strategi Manajemen Operasional Bisnis!

4 Tips Penting Analisis Pasar Agar Bisnis Anda Berkembang

Manajemen yang baik dalam Bisnis

 

 

 

Kami Hadir di :

  1. Eldora Utama, Graha Bintaro – Tangerang
  2. Pepelegi Indah, Waru – Sidoarjo

Website :

  1. konsultanmanajemen.asia
  2. konsultanbisnis.id

Instagram :

  1. konsultanco
  2. konsultanco.bisnismanajemen

KONTAK KAMI : Reko Prabowo (081398646177)