KONSULTAN MANAJEMEN

Teruji, +62 822-2333-2799, Pengertian ERP System

ERP Adalah, ERP System, ERP System Adalah, ERP Dalam Perusahaan, ERP Dalam Sistem Informasi.

 

ERP – Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Sejarah singkat ERP – 

ERP system yang kita kenal dewasa ini adalah hasil penyempurnaan dari sistem yang ada sebelumnya, diawali dari sekitar tahun 1970 ketika masyarakat industri mulai memerlukan administratif yang efisiean dari sekedar pencatatan manual, dikenalkan sistem MRP (Material Requirement Planning), saat itu catatan BOM (Bill of Material) ditempatkan pada karton besar yang sudah tertata dengan schedule produksi, disempurnakan lagi dengan sistem yang diberi nama MRP II karena hanya melanjutkan pencatatan pada akuntansi, sehingga proses pencarian HPP lebih mudah. MRP II dipakai hampir 1 dekade yang pada tahun 1990-an lahir MES Manufacturing Execution System dimana sistem MES ini sudah diintegrasikan dengan POS (Point Of Sales) pada gerai / showroom yang biasanya menyertai jika pengusaha mempunyai pabrik, maka hendaknya juga memiliki showroom, nah saat itu MES system mengakomodir “jeda” antara kebutuhan toko dengan jadwal produksi. Dengan memakai MES sistem, maka delay kekosongan barang di toko dengan proses produksi bisa diminimalkan.

Setelah wacana supply chain, dan wacana distribution leadtime hadir di era setelah 92, maka gagasan menyatukan seluruh kepentingan suatu industri mulai dipikirkan. Lahirlah ERP generasi awal, dimana gagasan utama adalah menyatukan proses manufacturing dengan gagasan era industri modern yaitu supply chain (rantai pasokan : mengapa supplychain penting pada industri akan saya bahas pada tulisan selanjutnya inshaaAllah) dan distribusi leadtime ke customer, serta leadtime kedatangan raw-mat dari supplier. Jadi intinya menciptakan sistem yang terintegrasi mulai dari pesanan customer, penghitungan sisa raw-mat digudang bahan baku, pesan bahanbaku (jika kurang dari jumlah utk produksi), menjadwalkan secara presisi setiap workcenter yang ada, dan akhirnya bisa menjadi schedule DO (delivery order) yang tepat, sehingga customer bisa lebih trust, selain itu ERP generasi awal juda sudah menghubungkan dengan proses pencatatan otomatis pada keuangan dan laporan accounting. Tetapi ini semua masih terjadi di Eropa dan sebagian Amerika, untuk Asia sendiri waktu itu industri masih keukeuh pada KANBAN sistem yang diadopsi dari Toyota. ERP modern bahkan mengakui KANBAN sistem yang akhirnya diadopsi juga pada sistem yang saat ini ada (bukan iklan, sekali lagi bukan promo, setau saya Odoo sudah menyatukan ERP system modern + proses KANBAN tradisional yang dimodernkan)

ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang ber-evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia.

Karakter Sistem

ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.

Sebuah sistem ERP yang baik, adalah sebuah sistem terbuka (dengan menimbang dan memperhatikan aspek sekuriti) yang bisa diakses dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun (tentunya yang terlibat dalam sistem bisnis tersebut) . Kalau boleh dibilang (menurut pengalaman saya) kesalahan terbesar dalam menerapkan sistem ERP pada sebuah institusi bisnis (terutama di core base manufaktur ) , adalah mendesain ulang sistem baru untuk dipaksa bekerja pada lingkungan lama / sistem existing.